Minggu, 28 Januari 2024

satu

 

Cerita ini hanya fiksi, pemberian nama dan tempat dilakukan penulis untuk memudahkan dalam memvisualisasikan karakter dan latar kejadian.

CINTA PEMUDA DESA YANG TERGADAI

Sebut namanya Mas Citro, seorang Pemuda kampung yang sementara lanjut kuliah di salah satu Kampus ternama di Kota Makassar, ia adalah Anak Petani garap dari Mangkutana (satu desa di ujung Provinsi Sulawesi Selatan). Ia mengadu nasib di kota daeng mengenyam pendidikan untuk masa depannya kelak. Mengambil program Studi Informatika mengharuskannya berinteraksi dengan berbagai teknologi baru, tepatnya baru ia ketahui, dari Microsoft Office, Multimedia, hingga Teknologi AI. Hal inilah mengharuskan Orang tuanya di kampung menjual sepasang kambing beserta 2 anaknya untuk membelikan Citro Komputer laptop, karena Program Studi yang citro pilih mengharuskannya berinteraksi dengan barang tersebut, Dari semester awal, dia berkenalan dengan Laptopnya, hingga semester Lima. Citro selalu berinteraksi dengan laptopnya tersebut bahkan lebih sering dari  teman kelasnya. Sampai-sampai dia belum mengenal separuh teman kelasnya hingga semester 5. Belum lagi kebanyakan kuliahnya dilakukan dengan daring. Waktu dan tempat lebih fleksibel, membuat beberapa dosen memilih kuliah dilakukan daring saja, kadang tatap muka dilakukan jika dosennya ingin melakukan assessment ke Mahasiswa atau hal-hal yang tidak bisa disampaikan melalui daring.

Citro dikenal tertutup oleh teman kelas, hanya berbicara seperlunya, pun dalam diskusi kelas daring, kerap kali mematikan kamera dan mic aplikasi zoomnya. Hanya foto profil siluit dan nama yang ia tampil - CITRO PRABANDANIE 19890409 - , gabungan Nama dan Nimnya. namun siapa sangka Citro menaruh hati dengan salah satu teman kelasnya. Sebut namanya Putri, Seorang gadis Muslimah dengan perawakan bercadar. Tak bisa di deskripsikan fisiknya selain mata dan alis yang minimalis. Pun asal usulnya, tak ada informasi detail. Putri adalah Mahasiswa yang cerdas, dalam diskusi di Zoom kerap kali dia mengeluarkan statement Out of the box, dikala mahasiswa lain mengeluarkan pendapat atau menjawab pertanyaan berkat bantuan Chat GPT dan Google Bard. Putri mampu menjelaskan dengan detail, berisi, terstruktur, mengalir seperti air namun membuat diskusi menjadi hidup dan berkwalitas. Hal itulah yang membuat citro menaruh hati kepada Putri. Kadang saat zoom berlangsung diam-diam citro mem-PIN akun Putri agar videonya lebih besar dibanding dosen yang sedang menjelaskan dengan dahi yang berkerut. Kadang Citro kecewa tatkala Putri tidak menampilkan Videonya, hanya foto siluit wanita bercadar dengan bendera Negara Palestina di kepala, Lalu nama Putri Ramadhani 20030125. Seperti yang Kerap dilakukan Citro. Terkadang Citro menunggu suara Putri dalam statement-statement diskusi yang berwawasan dan sangat indah ia dengar.

Semester telah berganti, libur telah usai, Kuliah perdana telah dimulai. Namun Citro tidak menemukan akun Putri di Zoom. Tidak dengan Akun foto Profil Siluit dengan wanita Bercadar Bendera Palestina, atau hanya tulisan tauhid La Ilaha Illallah. Sudah dua minggu kuliah berlangsung, Putri tidak pernah bergabung lagi, baik luring maupun daring. Ketua kelas Menghubungi Putri, dua centang Biru menandakan Pesan WA telah terbaca namun tidak ada balasan. Ketua Kelas menjelaskan dalam Room Zoom, bahwa putri Cuma membaca pesannya tapi tidak dibalas. Beberapa teman kelas mencoba menghubungi Putri, namun kini semua hanya mengkonfirmasi centang 1. Tak ada kabar selama sebulan.

Tiba-tiba Citro mendapat pesan dari Nomor baru, “Assalamualaikum, maaf Akhi, saya Putri teman kelas di Prodi Informatika”. Citro bangkit dari leye-leyenya di Kamar Kostnya yang sempit, duduk sila, menegakkan badan, menyeruput kopi yang sudah dingin, membaca beberapa kali WA dari nomor baru itu, dengan perasaan kurang yakin, apakah benar ini putri, kenapa putri menghubungi saya, bukankah di Kelas ada 25 Mahasiswa dengan 21 Perempuan dan 4 Laki-laki, kenapa Wa-nya ke saya. Kemudian mengetik beberapa kalimat, menghapusnya lagi, ketik,  hapus lagi, ketik lagi, Baca “Waalaikumsalam dinda, kemana selama ini, kemapa tidak memberi kabar ke kelas?.”. di Read, dua centang Biru, notifikasi Sedang mengetik di bawah nomor WA, di samping foto profil seorang anak kecil yang terluka dengan background Bendera palestina dengan kalimat tauhid. Senyap, hanya detak jam analog di meja belajar lesehan, raungan kendaraan terde ngar sayup-sayup dari kejauhan, notifikasi mengetik muncul lagi, hilang lagi. Tiba-tiba muncul balasan. “maaf Kanda, selama ini tidak berkabar di kelas, saya lagi ada urusan keluarga jadi tidak bisa bergabung di kelas baik daring maupun luring.” “Memang dimana sekarang?” balas Citro dan tidak di balas lagi oleh Putri. Citro ingin menyampaikan kejadian barusan di grup kelas, tapi berfikir jangan sampai hal tersebut mengganggu Putri, akhirnya Citro mengurungkan niatnya. Esoknya citro  melihat beberapa notifikasi di Smartphonenya. Permintaan pertemaman di beberapa akun media sosialnya. Facebook, Instagram, Tiktok, Linked, semua di Add atas nama Putri ramadhani denga foto profil gadis remaja Palestina bercadar dengan ikat kepala berwarna hitam, putih, hijau merah dengan telunjuk tangan kanan menunjuk ke atas. Citro Mengkonfirmasi semuanya, Chat ke semua akun. Namun tidak ada balasan.

BERSAMBUNG …….

SALAM CAIR, 10 TIPS MENDAFTAR BEASISWA PENDIDIKAN INDONESIA.

Berikut adalah beberapa tips untuk mendaftar beasiswa pendidikan di Indonesia: 1.       Pahami Persyaratan : Pastikan Anda memenuhi semua ...